Belajar Terus…


Anak bertanya Maria Ozawa
Sunday November 30th 2008, 7:49 pm
Filed under: Sekedar Cerita

TADI sempet jalan2, trus browsing2 gt.. dg kata kunci maria ozawa, spesifik indonesia. nah disitu ada sebuah forum, namanya *****forum, seorang member bertanya, sebut saja Mr.J, kepada member yang lain, begini pertanyaanya, “bos maria ozawa itu siapa? koq tmn2ku pada bicarain si dia sih?” “tmn2ku klo lagi gw tanyain ga pnh jwb..!” “……jawabannya pasti sambil ketawa, ngejek gt….”. kemudian anggota yg lain dg bijak menjelaskan siapa itu maria ozawa, latar belakang maria ozawa, dan sepak terjang maria ozawa. akhirnya Mr.J manggut2 (ga tau sih manggut beneran apa nggak) mendengar jawaban anggota forum yang lain.

Itu adl sepenggal kisah jutaan pengguna internet yang ingin mengetahui maria ozawa. …yach itu sih biasa, org nanya maria ozawa khan wajar…

nah loe pembaca yang nggak wajar itu apa? Yang nggak wajar adalah, SI PENANYA, ALIAS Mr.J ADALAH ANAK DENGAN USIA 09 TAHUN!!!!!!!!! bayangin anak usia segitu, kr2 kelas 3 SD, bertanya-tanya mengenai maria ozawa, gilanya lagi, tmn2 di sekolahnya uda pada tau siapa maria ozawa!!!

ok, guys,,, kita renungin sendiri gmn luar biasanya ekses internet di negeri kita yang tercinta.

AllahBissawab…



Kaka Buka Pintu ke Liga Inggris
Sunday November 30th 2008, 7:23 pm
Filed under: Sekedar Cerita

Kaka Buka Pintu ke Liga Inggris

ricardo-kaka-ac-milan-vs-celtic-uefa-champions-league-group-d-matchday-6-ypjnfx.jpg


dikutip dari detiksport
London - Kaka rupanya tak ingin selamanya merumput di Italia. Playmaker AC Milan ini mengutarakan keinginannya merumput di Premier League. Ke Manchester City?

Kaka telah menjadi simbol AC Milan. Namun bukan berarti I Rossoneri menjadi satu-satunya klub yang ingin diperkuat gelandang berusia 26 tahun ini hingga sepanjang karirnya.

Bintang Brasil ini mengungkapkan ketertarikannya untuk merumput di Liga Inggris. “Saya sangat menyukai Premier League,” ungkap Kaka seperti dilansir Sky Sport.

“Kompetisinya ketat, banyak pemain besar dan tim besar. Saya pikir ini kompetisi terbaik di dunia. Mungkin suatu hari nanti, saya tak tahu kapan, akan sangat menyenangkan bermain di Inggris,” ujarnya.

City dikabarkan sangat tertarik mendapatkan Kaka. Optimisme itu mulau tumbuh setelah The Citizens berhasil memboyong bintang Brasil lainnya, Robinho, dengan rekor transfer Liga Inggris.

Kaka pun sempat memberikan komentar positif saat dia tanya ketertarikannya bergabung dengan City. Bahkan dia sempat mencari informasi mengenai klub kaya tersebut kepada Robinho.

“Saya punya banyak teman yang bermain di sana. Jadi saya sering melihat pertandingan mereka. Terkadang saya berbicara dengan Robinho dan Elano mengenai Manchester City,” ungkapnya.

Kaka kini sedang berada di Inggris guna mempersiapkan diri bersama Milan menghadapi Portsmouth di ajang Piala UEFA. Ini menjadi kesempatan bagi Kaka untuk merasakan asmosfer penonton Inggris di Fratton Park.



Tribute to Galang Rambu Anarki II
Thursday November 27th 2008, 10:37 am
Filed under: Download

Ini adalah lirik salah satu lagu yang dinyanyikan Iwan Fals, yang berjudul tak lain adalah anaknya sendiri “Galang Rambu Anarki”.

galang rambu anarki anakku
lahir awal januari menjelang pemilu
galang rambu anarki dengarlah
terompet tahun baru menyambutmu
galang rambu anarki ingatlah
tangisan pertamamu ditandai bbm
membumbung tinggi (melambung)

Reff:

maafkan kedua orangtuamu
kalau tak mampu beli susu
bbm naik tinggi
susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi
mungkin bayi kurang gizi (anak kami)
galang rambu anarki anakku
cepatlah besar matahariku
menangis yang keras, janganlah ragu
tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
doa kami di nadimu

bagi yang pgn download lagu Iwan Fals - Galang Rambu Anarki

klik disini



Tribute to Galang Rambu Anarki I
Thursday November 27th 2008, 10:29 am
Filed under: Sekedar Cerita

klo kt liat foto ini, tentu kita ingat… yach… Iwan FAls..

legenda hidup bangsa indonesia..

iwan3.jpg

nah uda 11 tahun bang iwan kehilangan Galang Rambu Anarki, anak yang sangat dicintainya, meninggal pada bln april 1997. Meskipun kesedihan melanda pada diri sang musisi, tapi musik terus berjalan. hingga hari ini Iwan Fals terus bermusik.

hidup iwan fals



Kritik atas lemahnya peran posisi mahasiswa
Thursday November 27th 2008, 10:16 am
Filed under: Kajian

‘Konsep diri’; kritik atas lemahnya peran posisi mahasiswa


Setiap kali organisasi-organisasi kampus mengadakan pelatihan, kaderisasi, atau sekedar outbond, panitia selalu memberikan materi mengenai konsep diri, motivasi, atau yang paling disukai mahasiswa baru yaitu berbicara mengenai jati diri. Sebuah materi yang biasanya membuat peserta tertegun pada penjelasan pemateri yang ‘berapi-api’, karena materi yang disajikan penuh misteri, sangat filosofik dengan penjelasan yang rumit membingungkan sehingga peserta dituntut harus konsentrasi penuh pada materinya. Seakan membenarkan anggapan bahwa sesuatu yang rumit menjadi hal yang benar adanya.
Jika materi selesai disajikan biasanya peserta masih meneruskan pembicaraan mengenai jati diri dengan kawan-kawannya dan menjadi bahan diskusi yang mengasyikkan dan tak pernah selesai ujungnya, ironisnya diskusi selalu berakhir dengan kata-kata, “Yah, manusia memang penuh misteri”, atau “tidak ada kebenaran yang mutlak, yang mutlak adalah tuhan”, dus keesokan harinya berlanjut diskusi tentang kekuasaan tuhan, begitu seterusnya, tidak akan ada habisnya! Fenomena ini menjadi jamak kita saksikan disetiap kampus. Beberapa kelompok mahasiswa memandang bahwa kajian tersebut adalah kajian yang ‘nglenik’ yang dilakukan oleh orang-orang yang hipokrit, kajian yang tidak layak masuk wilayah kampus, karena tidak objektif dan tidak rasional, sangat bertolak belakang dengan Ilmu pengetahuan ilmiah yang seharusnya menjadi pijakan mahasiswa memandang segala sesuatu hal.

 

Peran dan Posisi Mahasiswa

Fakta sejarah yang memandang bahwa mahasiswa (kaum muda) adalah Agent of Change bangsa ini tidak bisa dipungkiri. Sejak kemerdekaan diproklamirkan, turunnya Soekarno sampai dengan peristiwa ’98 adalah mahasiswa (kaum muda) yang memeloporinya. Mahasiswa dipandang sebagai sekelompok orang yang memiliki akal dan pikiran yang ‘lebih’ dari orang-orang awam lainnya. intektual yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi, dimana intelektualitasnya mampu mengangkat derajat masyarakat luas. Dengan analisa dan kritiknya, mahasiswa tidak pernah tunduk diam ketika rakyat ‘didzalimi’ negara dengan berbagai bentuk kebijakannya. Bahkan mahasiswa berani mengorbankan darah dan nyawanya sebagai prasyarat perubahan sosial.
Kita ingat berapa orang yang gugur ketika kaum muda mempertahankan kemerdekaan, siapa yang berdiri paling depan ketika Sukarno dituntut untuk mundur, berapa orang yang diculik dan dibunuh semasa pemerintahan soeharto hingga dengan saat ini masih belum ada kejelasannya, dengan harapan munculnya perubahan adil dan sejahtera bagi rakyat. Cita-cita sosial yang dimiliki mahasiswa adalah bukti konkret bahwa mahasiswa bukan lagi siswa didik yang terus ‘diakal-akali’ oleh gurunya, tapi merupakan seseorang yang memiliki moralitas tinggi dan intelektualitas yang siap didedikasikan bagi rakyat.
Pertanyaannya apa hubungan antara sejarah panjang mahasiswa dengan fenomena di awal tulisan ini? Benang merahnya adalah hari ini, mahasiswa semakin melupakan tradisi ‘Agent of Change’-nya, dan lebih menyukai perbincangan yang tidak jelas juntrungannya yang hanya akan membawa mahasiswa menjadi intelektual salon, intelektual yang hanya pandai beronani gagasan di lorong-lorong kampus. Dimana topik diskusi tidak ada hubungannya sekaligus tidak mencerminkan realitas di luar kampusnya. Mengutip istilah Gramsci, kaum muda seakan berada di menara gading, sangat jauh dengan realitas di sekelilingnya. Dan yang memprihatinkan lagi ketika mahasiswa diharuskan terjun di realitas sosial saat mereka lulus kuliah, yang terjadi adalah dunia di luar dirinya ternyata berbanding terbalik dengan pemahaman yang selama ini diyakininya. Boro-boro simpatik terhadap meluasnya penindasan yang terjadi di rakyat, berpikir tentang memenuhi kebutuhan hidupnya saja sulit, dikarenakan lapangan pekerjaan yang sangat kompetitif. Kalau sudah begitu siapa yang patut disalahkan?
Jika hal ini diungkap di kalangan mahasiswa maka penulis menuai banyak hujatan, cacian dan makian. Pertanyaan yang sering muncul biasanya “lho, bukankah untuk kritis terhadap realitas sosial harus dibekali dengan konsep diri atau jati diri yang mantap?” “Untuk itu harus dituntaskan dulu jati diri kita!!”. Kalau begitu adanya maka sampai kapan jati diri atau konsep diri yang ideal akan mampu kita temukan, dan hal yang paling terpenting apakah penelaahan itu sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan ilmiah?? Kalau sudah kenapa diskusinya tidak selesai-selesai? Kenapa kok belum ada solusi yang dihasilkan? Terus kenapa topik diskusinya semakin hari semakin membingungkan? Atau jangan-jangan cuma asal omong ngalor ngidul biar terlihat keren?!
Salah satu komponen dasar konsep diri menurut Staines, adalah diri yang dikognisikan atau diri yang dasar yaitu pandangan yang digambarkan oleh inidividu tentang diri sendiri; pemikiran atau persepsi individu mengenai kemampuan, status, dan peranan individu dalam berhubungan dengan dunia luar. Jika seseorang dituntut mempunyai konsep diri yang positif (sebetulnya penulis juga riskan menggunakan istilah positif) maka paling tidak harus memenuhi kriteria diatas. Pertama, paham betul akan kemampuan dirinya, karena kemampuan ini akan mendorong seseorang mencapai apa yang menjadi orientasinya. Kedua, status sosial yang dipinggulnya. Secara sosiologis mahasiswa bukan dalam status sosial tertentu, mahasiswa adalah mahasiswa, dengan tugas-tugas sebagai mahasiswa. Jika dua hal ini dipahami dengan baik maka Ketiga, peranan terhadap dunia luar akan sanggup dilakukan. Akhir kata, tidak ada konsep diri yang seharusnya menjadi trademark mahasiswa selain memahami betapa penting perannya dalam realitas sosial dan memposisikan diri sebagai orang yang mampu melakukan perubahan sosial. Sekecil apapun perubahan itu.
Tentunya kita sepakat dengan Erich Fromm, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Adalah sejarah dunia kapitalistik-lah yang membuat manusia menjadi sangat individualis. Maka mahasiswa sudah seharusnya tetap terus berdiri sebagai senjata pemusnah tembok besar bernama kapitalisme, demi sebuah pemirintahan yang adil sejahtera secara ekonomi dan demokratis secara social politik. HANYA UNTUK RAKYAT!



Tentang Asia Carrera
Monday November 24th 2008, 10:20 am
Filed under: Sekedar Cerita

 asia_carrera.jpg

ORANG mungkin lebih kenal Asia Carrera sebagai pemain lebih dari 250 film porno. Tapi tak banyak yang tahu ia bisa memainkan komposisi Bach dengan piano di usia 13 tahun. Dia mengambil studi ekonomi dan bahasa jepang di Rutgers. IQ-nya 156 dan merupakan 2 persen orang terjenius di dunia.

Di dunia “perpornografian” keberadaan Asia Carrera termasuk legendaris. Wanita berkebangsaan Amerika Serikat (AS) ini dikenal sebagai bintang film porno terseksi dan terpanas sepanjang abad ini. Bukan sekadar artis semata, Asia Carrera adalah seorang marketing profesional yang ahli mengelola manajemen film blue. Untuk memuaskan para penggemamya, Carrera selalu meluangkan waktu untuk menjawab semua e-mail masuk yang mempertanyakan tentang dirinya. Dan secara bersamaan, ia pun menjual karya-karya film blue-nya ke seluruh dunia.

Kesuksesannya menjadi bintang film porno sempat mengantarkannya menjadi salah satu orang terkaya di AS. Dalam satu minggu, Asia Carrera bisa mengumpulkan uang 1000 dolar. Namun tak seindah yang dibayangkan, perjalanan hidup Asia Carrera tak lepas dari suka dan duka. Tidak seperti artis karbitan, wanita pemilik bra 36 C ini memulai karier dari nol.

Sebelum menjadi bintang film porno, wanita berdarah Jepang Jerman ini sempat menjadi bartender. Menurutnya, cara ini yang paling mudah ditempuh untuk mencari uang. Pada satu pesta, ia diminta oleh pengelola bar untuk menyajikan minuman dengan berpakain seksi dan dada terbuka dengan honor 100 dolar. Tanpa pikir panjang, Carrera menerima tawaran tersebut. Untuk menghilangkan rasa takut ia meminum vodka. Sejak itu, Carrera mulai alih profesi menjadi penari striptease, dengan bayaran 300 dolar. Keindahan tubuh dan keahliannya menari itu pernah menjadikan Carrera sebagai penari malam termahal di negara AS.

Sukses menjadi stripper, Carrera ingin merambah ke dunia film, yaitu film porno. Pada suatu hari ia berkenalan dengan seorang fotografer. Asia Carrera minta dirinya difoto dan dipublikasikan menjadi bintang film panas. Langkah awal yang dilakukan adalah mendata semua alamat dan mengirimkan foto pribadi dan biodatanya pada semua majalah pria. Itu membuahkan hasil. Carrera mulai mendapatkan tawaran menjadi model di majalah pria. Perlahan-lahan fotonya digemari pembaca dan meningkatkan penjualan majalah. Kesuksesannya ini memberikan peluang bagi Carrera untuk menjadi bintang film blue.

Atas anjuran sang fotografer, tahun 1993 ia pindah ke Los Angeles (LA). Dengan berbekal satu koper dan boneka beruang kesayangnya, Asia Carrera hijrah ke LA. Di situ ia mulai berkenalan dengan sutradara bintang film porno. Bagi Carrera, menjadi bintang film porno adalah pekerjaan yang menyenangkan, yang bisa menghasilkan uang banyak. Walau pekerjaan itu ditentang oleh kedua orangtuanya, namun Carrera tidak memperdulikannya. Menjadi bintang film porno sudah menjadi pilihan hidupnya.

Sejak menjadi bintang film blue, Asia Carrera sudah memerankan sebanyak 250 film blue. Angka ini mengalahkan bintang film porno lainnya, di antaranya Jade Marcela, bintang porno asal Indonesia. Carrera mempunyai berbagai jenis dap adegan film porno, dari gaya konvesional sampai modern. Di antaranya Adam and Eve Signature Series One, produksi tahun 2000; Adventures of Mighty Man, produksi 1994; American Dream Girls, produksi 1996; Anal Adventures of Suzy Superslut, produksi 1994; Art of Deception, 1996; Bangkok Boobarella, produksi 1996; Best Sex in the West, produksi 1997; dan Bad Sister, produksi 1997.

Sayang kesuksesan kariernya tidak diiringi keberhasilan rumah tangganya. 19 Desember 1993 ia bercerai dengan Don Lemmon. Di perkawinan ini ia dikaruniai seorang anak perempuan bernama Catalina. Di bulan dan tahun yang sama, ia menikah kembali dengan Bud Lee, sutradara film blue. Di pernikahan kedua ini ia merasakan mendapat cinta sejati. Bagi Carrera, Bud Lee adalah suami tapi juga seorang teman yang bisa mengerti kekurangan dap kelebihannya.

LIKU KEHIDUPAN

Asia Carrera berasal dari keluarga berpendidikan. Bapaknya seorang ahli matematika dap fisika. Kedua orangtuanya menginginkannya sekolah di Harvard, menjadi pengecara atau dokter. Tapi, Carrera memilih belajar piano dan “nongkrong” bersama teman-temannya.

Menjelang ulang tahun ke 17 tahun, Carrera meninggalkan rumah. “Nongkrong” bersama band rock n’ roll dan teman sejawat. Atas bantuan teman-temannya, ia tetap sekolah. Tidak mau tergantung pada temannya, ia mencoba mencari kerja. Berhubung usianya belum 17 tahun, tidak ada perusahaan yang mau menerimanya sebagai karyawan.

Ia juga sempat tinggal di asrama anak jalanan bersama ibu angkat. Ternyata tinggal bersama ibu angkat tak mengubah nasibnya. Pola mendidik ibu angkat sama dengan ibu kandung: keras, disiplin, dan tidak boleh bermain. Harus banyak belajar. Kondisi ini membuatnya memberontak, dan setelah lulus SMA Asia Carrera kembali kabur dari rumah ibu angkat.

Dengan pendirian yang teguh, ia yakin, suatu saat hidupnya akan berumah, menjadi orang kaya. Asia Carrera mendapat bea siswa, melanjutkan sekolah ke University Rutger Jurusan Bisnis. Selain untuk membiayai kuliah, uang bea siswa juga dimanfaatkannya untuk biaya hidup. Sambil kuliah, Carrera bekerja di cafe sebagai bartender. Kehidupannya mulai membaik. la tidak lagi mengemis dan mengandalkan bea siswa.

Begitulah. Beberapa tahun menjadi bartender, ia mulai alih profesi menjadi penari striptease. Perlahan namanya mulai dikenal. Sebelum menjadi artis film blue, ia juga dikenal sebagai penari malam. Keahliannya menggoyangkan tubuh membuat nafsu kaum Adam
terpancing. Ia berhasil mengundang banyak tamu, dan menjadi daya jual bagi pengelola bar.

dicuplik dari http://artikel-kesehatan-online.blogspot.com/2008/05/asia-carrera-legenda-ratu-porno-dengan.html

posting by;
http://17juli.dagdigdug.com/



Tentang Maria Ozawa
Wednesday November 19th 2008, 3:14 pm
Filed under: Sekedar Cerita

 

mariaozawajilbab.jpg

 

Maria Ozawa a.k.a Miyabi adalah fenomena baru dalam dunia industri
film porno di Asia setelah berakhirnya era Asia Carera pada tahun
90-an karena AIDS. Gadis muda berusia 21 tahun ini dengan sekejap
menjadi kaya meskipun masih tinggal di apartemen yang disewanya
sebesar 16 juta rupiah per bulan.

Dengan sewa semahal itu lantas berapa gaji yang dia dapatkan sebulan?
Jangan heran jika Miyabi dengan profesi yang digelutinya saat ini bisa
mendulang 8000 USD dolar per bulannya (sekitar 75 juta rupiah).
Tinggal di apartemen mewah yang lebih mirip dengan mansion lengkap
dengan segala perabotan serba wah, ia lebih senang hidup menyendiri
setelah diusir dari rumah dan dijauhi teman-temannya.

Awalnya kehidupan Miyabi dengan kedua orangtuanya baik-baik saja,
sampai pada suatu ketika orangtuanya melihat Miyabi tampil bugil di
sebuah majalah porno Jepang. Seketika itu meledak lah murka
orangtuanya demi melihat Miyabi kecil yang masih remaja polos
melakukan hal yang tidak pantas dilakukan anak seusianya.

Meskipun demikian Miyabi tetap menjalankan profesinya, dari sekedar
foto-foto telanjang berlanjut ke film. Miyabi kembali cari gara-gara
ketika membawa 20 film porno yang ia bintangi ke rumah dan ia
tunjukkan ke orangtuanya. Sejak itu kedua orangtuanya tidak mau
melihat dan mengakuinya lagi sebagai anak.

Bahkan teman-teman dekatnya yang dulu akrab dengannya satu persatu
mulai meninggalkannya. Mereka alergi di cap berteman dengan seorang
bintang film porno…sungguh menyedihkan… Namun sebagai wanita muda
yang punya ambisi besar, situasi ini tidak membuatnya patah arang
untuk melanjutkan profesinya…demi uang ia tetap bertahan dan
konsisten !!!

Hidup soliter membuat dirinya pintar memasak. Bagaimana tidak orang
seperti dia selalu menghindari membeli makanan di tempat-tempat umum
jika tidak ingin diserbu penggemarnya atau dimaki orang-orang yang
nyinyir terhadap profesinya…. Selain gemar memasak, Miyabi juga
paling doyan nonton film-film porno yang ia bintangi sendiri. Semua
koleksi video yang ada di kabinet TV-nya adalah film porno. Sebagai
bintang film porno papan atas ia juga perlu belajar berbagai posisi
penting dari bintang-bintang film porno lainnya.

Meskipun banyak tawaran mengalir untuk hijrah keluar Jepang (Amerika
dan Eropa) dan bermain dengan pria-pria bule, Miyabi tetap tidak mau
dan tetap memilih tinggal di Jepang dan memilih pasangan main dari
pria-pria lokal. Alasannya cukup masuk akal juga. Menurutnya “perabot”
pria Jepang lebih kecil dan tahan lama dalam melakukan adegan syur
dibandingkan pria bule yang menurutnya memiliki “perabot” lebih besar
dan menyakitkan.

Seringkali dalam melakukan adegan di beberapa filmnya, Miyabi tampak
menangis dan itu memang benar-benar tampak alamiah. Sebabnya ia sedang
tidak menikmati dan benar-benar sakit. Miyabi juga mengancam akan
cabut dari AV (PH Film Porno) jika ia dipaksa melakukan adegan atau
posisi yang tidak ia sukai. Bahkan dulu pacar-pacarnya (4 orang –
sebelum semuanya diputusin) ketika sedang bersamanya dan ingin
menonton film yang ia bintangi, Miyabi selalu tidak pernah
mengijinkannya.

Namun setenar apapun dan sebanyak apapun uang yang ia hasilkan dari
pekerjaannya saat ini, sosok Miyabi adalah juga manusia normal yang
juga merindukan orang tua, sahabat, teman-teman dan keinginannya untuk
menikah seperti wanita kebanyakan . Jika saat ini ia melakukan seks
untuk bisnis suatu hari nanti ia merindukan ada laki-laki yang ingin
menikahinya.

 

NAH ELO SIAPA YANG MAU NGANTRI?????



Cuplikan Wawancara Dengan Maria Ozawa
Wednesday November 19th 2008, 3:07 pm
Filed under: Sekedar Cerita

Cuplikan Wawancara Dengan Maria Ozawa

ozawadz8.jpg

Bagi Anda penggemar film panas pastinya sudah paham betul dengan
lika-liku dan detail tubuh Maria Ozawa. Sudah bukan rahasia lagi
dikalangan pecinta nudis kalau kecantikan dan kemolekan tubuh Maria
Ozawa mampu membuat mereka tergila-gila.

Dalam sebuah cuplikan video panasnya, gadis berdarah campuran
Kanada-Jepang yang baru berusia 21 tahun ini, tak mampu menatap wajah
pria yang menjadi lawan mainnya. Ia sendiri bahkan terkejut dengan
semua posisi yang dapat dilakoninya dalam film dewasa tersebut.

Lantas bagaimana Maria Ozawa mengawali debutnya hingga menjadi bintang
porno yang sangat kesohor itu diantero Asia ? Berikut petikan
wawancaranya:

-Nervous nggak ketika menjalani syuting?
Wah, saya nervous banget. Saya tidur lebih cepat pada malam sebelumnya
dan bangun kepagian dan masih terus nervous sebelum saya meninggalkan
rumah.

-Jadi bagaimana sih proses syutingnya?
Saya sampai nggak mampu menatap wajah lawan main saya. Saya ingin
segalanya cepat selesai. Pokoknya, saya benar-benar gelisah deh.

-Kalau bagian adegan seks-nya?
Karena ini merupakan film pertama saya, jadi kayanya nggak ada yang
spesial deh. Tapi yang pasti, saya baru tahu ternyata melakoni
berbagai macam posisi, lumayan sulit ya. Saya sampai nggak tahu lagi
posisi apa yang saya lakukan. Saya tahu mengenai “48 posisi bercinta”,
tapi ternyata posisi-posisi tersebut tak banyak dipraktekan.

-Lho tapi bukannya kalau sudah mengetahui “48 posisi bercinta”
tandanya sudah bagus kan ?
Hahahaha… Saya hanya membeli sebuah kalender yang bergambar posisi
tersebut, yang tentunya saya lihat setiap hari sepanjang tahun. Tapi
saya hanya membacanya, bukan mempraktekkannya lho.

-Lantas apa yang ada dibenakmu setelah menyelesaikan film pertamamu?
Hmm… Gimana ya? Saya rasa masih banyak yang harus saya lakukan. Saya
harus memberikan usaha terbaik ketika membuat film berikutnya.

-Oke…. Sekarang mengenai hal yang lebih pribadi ya. Kapan sih
pengalaman seksual kamu pertama kali?
Ketika saya berusia 13 tahun, ya kelas dua SMP lah.

-Wah, nggak terlalu cepat tuh?
Iya sih, memang cepat. Semua orang berkata saya terlalu cepat, tapi
saya tak merasa terburu-buru kok. Hehehe…

-Pasti pacarmu labih tua ya?
Iya, pacar saya kelas tiga SMA.

-Oh…. Apa pengalaman pertamamu berjalan oke?
Ihh… sakit sekali, sampai ingin nangis…

-Lantas apa kamu tidak mau melakukan lagi setelah itu?
Setelah yang pertama itu, memang rasanya saya seperti tak lagi ingin
melakukannya. Tapi setelah tiga kali melakukannya, saya jadi terbiasa
dan baik-baik saja sehabis itu.

-Setelah itu, berapa banyak pria yang pernah melakukan seks sama kamu?
Enam orang.. Empat diantaranya pacar dan dua lagi bukan pacar.

-Dua orang bukan pacar?
Ya, mereka adalah pria yang ingin saya pacari tapi pada kenyataannya,
tak mungkin menjalani suatu hubungan dengan saya.

-Apa sih pengalaman seks tergila-mu?
Pacar saya pernah dirawat di rumah sakit karena mendapat patah tulang,
kemudian saya menjenguknya dan kami melakukan hubungan seks disana.

-Wah, pasti pacarmu stres karena tidak bisa menggerakkan anggota
tubuhnya yang patah itu ya?
Nggak tuh, dia malah sangat bersemangat. Hahahaha…



Rahuvana Tattwa, melihat Legenda Ramayana dari sudut pandang yang lain
Wednesday November 19th 2008, 3:03 pm
Filed under: Kajian

Rahuvana Tattwa, melihat Legenda Ramayana dari sudut pandang yang lain.
Review Novel karya Agus Sunyoto. Rahuvana Tattwa. Pustaka Sastra, LKis. Yogyakarta. 2006
Sebuah karya sastra bukan hanya berisi tentang segala keindahan yang di utak-atik dengan kata-kata atau makna yang terkandung lewat sastra. Tetapi yang harus ditekankan adalah bagaimana kita melihat dengan sudut pandang yang obyektif. Sehingga jika kita disamping menikmati karya sastra juga kita paham akan apa yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penulisnya Sejarah telah mencatat bahwa para sastrawan kelas dunia bayak melahirkan sebuah karya sastra yang abadi yang selalu dikenang oleh para penikmatnya
Ramayana salah satu karya terbesar yang telah berumur ribuan tahun yang tak pernah bosan-bosan dinikmati oleh para pembaca coba ingin disampaikan lagi oleh Agus Sunyoto. Tetapi apa yang ditulis dalam bukunya “ Rahuvana Tattwa” sangat berbeda dengan cerita Ramayana yang biasa kita nikmati entah itu dari pewayangan, film, atau buku-buku. Dalam bukunya Agus Sunyoto ingin memberikan sebuah tafsiran kritis terhadap karya sastra yang melegenda itu.
Berangkat dari obsesi tentang tokoh Ravana yang selalu di gambarkan sebagai tokoh antagonis dan sikap kritisnya terhadap karya sastra. Agus menilai, penikmat karya sastra haruslah bisa independent menilai karya sastra secara bebas dan tanpa takut terhadap sudut pandang yang selama ini sudah terbentuk oleh pengarangnya. Untuk itu Agus berpendapat karya sastra harus bisa dinilai dengan menggunakan penalaran yang kritis dan obyektif serta juga pendekatan hermeunetik, sosio-kultural, etnoantropologi dan filologi, pembaca akan bisa mencari serta mengetahui perbedaan-perbedaan yang ada bahkan keanehan dan ketimpangan dalam karya sastra itu sendiri.
Dalam bukunya Rahuvana tattwa Agus mencoba mengkritisi tentang kejanggalan-kejanggalan dalam cerita Ramayana karya Valmiki, sebelum membedah karya sastra Ramayana itu sendiri Agus memaparkan siapa dan latar belakang sang pengarang (Valmiki) yang tak lain adalah seorang Vaishnava (pemuja wisnu). Untuk itu valmniki sangat mengagung-agungkan tokoh Rama sebagai sosok figure protagonist yang mewakili nilai-nilai kemanusiaan, kepahlawanan, keagungan, keluhuran bahkan sosok keillhian yang digambarkan sebagai titisan Vishnu.
Lalu bagaimana dengan sosok musuhnya pemuja shiva (Ravana) yang digambarkan sebagai sosok raksasa yang haus akan darah, peperangan, penuh kelicikan , jahat pemimpin yang tiranik, kejam penuh dengan angkara murka. Apakah benar adanya semuia itu? Disinilah yang menjadi pertanyaan akan coba dibedah oleh Agus Sunyoto dengan tafsiran kritisnya.
Banyak di antara para resepsi sastra tidak mengetahui bahwa siapa sebenarnya ravana itu sendiri1,kuatnya hegemonik dari pengarang (Valmiki) yang telah ditanamkan menjadi sebuah blunder tersendiri bagi resepsi. Kurangnya informasi Ravana yang disampaikan dalam gambaran cerita sangat sedikit jika di bandingkan dengan porsi yang diberikan oleh tokoh Rama yang digambarkan sebagai sosok sempurna dari ras arya yang notabane bukanlah penduduk asli Jambhudiva2.
Banyaknya kejanggalan dalam cerita Ramayana jika kita cermati lewat sudut pandang dengan menggunakan penalaran yang kritis dan obyektif serta juga pendekatan hermeunetik, sosio-kultural, etnoantropologi, aksiomatik dan filologi, akan terlihat jelas. Ravana yang di gambarkan sebagai sosok antagonis dilahirkan dari bangsa yang oleh Valmiki digambarkan sebagai bangsa Rakshsa3, makhluk sejenis demon yang biadab, kejam, brutal, licik, haus darah, suka makan manusia dan tanpa mengenal nilai-nilai kemanusian. Anehnya Valmiki selaku pengarang menggambarkan makhluk-makhluk itu hidup di kota besar yang dikelilingi benteng yang besar dengan bangunan-bangunan megah serta teknologi yang sudah canggih. Berbanding terbalik ketika Rama sebagi sosok protagonist yang menyerang Alengka tempat dimana Ravana tinggal harus dibantu dengan para wangsa wanara4, kawanan kera para siluman yang tinggal di hutan dan gua-gua yang sudah tentu bukan manusia. Jika memakai pendekatan aksiomatik tentu akan tersa janggal.
Kejanggalan juga akan kita temui mengenai karakter dalam tokoh-tokoh utama dalam cerita Ramayana, bagaimana mungkin Rahuvana seorang raja yang diserang habis-habisan oleh pasukan Rama yang dibantu juga oleh pasukan-pasukan yang bukan makhluk insani, begitu dicintai oleh rakyatnya sampai mempertaruhkan segala-galanya demi sang raja Rahuvana bahkan memilih mati demi sang rajanya. Jika kita nalar dengan kritis apakah mungkin raja yang tiranik, kejam dan ponggah seperti Rahuvana yang di gambarkan Valmiki di bela sedemikian rupa oleh rakyatnya dan para prajuritnya seperti itu?
Dalam hal karakter tokoh antagonis dan protagonis melalui pendekatan sosio-kultural juga ditemui kejanggalan mengenai karakter yang ditampilkan dalam cerita, dipihak Rahuvana sebagai pihak antagonis secara sosio-kultural memegang budaya matriarkhi yang sangat menjunjung tinggi wanita. Sedangkan dalam pihak Rama sebagi pihak protagonist secara sosio-kultural memegang budaya patriarkhi. Sebagai contoh bagaimana karakter watak Rama yang mengusir Sita istrinya ke hutan ketika sedang mengandung serta sering berbicara kasar tehadap Sita dengan tuduhan yang belum jelas faktanya. Karakter rama sangat jauh dengan Ravana yang notabane adalah tokoh protagonist yang selalu memperlakukan Sita dengan baik serta dngan kata-kata halus serta sangat menghormatina walaupun statusnya sebagai tahanan
Jadi secara tersurat bahwa sebenarnya peperangan yang diceritakan dalam Ramayana bukanlah peperangan karena hanya seorang perempuan (Sita) atau peperangan antara yang baik dan buruk tapi lebih dari itu bahwa peperangan antar ras dalam hal ini ras aryalah yang ingin menghancurkan ras bangsa asli India yang secara tidak langsung diwakilkan oleh Rahuvana yang akhirnya harus kalah dan menerima berbagai macam penyudutan dan disriminasi yang lebih unggul dari bangsa arya.
Tanpa memandang apakah cerita itu hanya fiktif atau memang benar adanya adalah yang terpenting bisakah kita memahami dan menelaah pesan dari cerita itu tentu dari sudut obyektif bukan dari hegemonic satu pihak tertentu walaupun itu dari pengarangnya sendiri. Tetapi bukan tidak mungkin cerita akan terjadi dalam kehidupan kita bahkan mungkin sudah terjadi dengan latar belakang bangsa yang berbeda dengan Ramayana tapi pada esensinya sama seperti pada cerita Ramayana yaitu penindasan dan pediskreditkan ras yang inferior atas ras yang lebih superior
Terlepas dari pakem hegemonic sang pengarang, sudah seharusnya karya sastra adalah karya yang selalu berpihak pada masalah-masalah kemanusiaan dan keadilan bagi kaum tertindas bukan hanya berpihak pada satu sudut pandang yang subyektif yang lebih mengunggulkan satu ras saja tanpa menyudutkan ras yang lain dengan membabi buta. seperti halnya cerita Ramayana dalam kisah Rahuvana Tattwa.
1 Lihat pada “kelahiran Ravana” serta latar belakangnya hal 149
2 sebutan kuno untuk India yang terbagi atas 9 wilayah lihat glosari xxvii
3 keturunan Dhaksa yang lahir dari perkawinan Kasyapa dan Dewi Raksha. Karena Raksha memiliki makna pelindung atau penjaga keturunan dewi raksha ini selalu berkeinginan menjadi pelindung dan penjaga wangsa keturunan daksha, tetapi akibat kekalahan demi kekal;ahan yang diderita, wangsa Raksha di diskreditkan sebagai makhluk ganas mengerikan yang berbahaya bagi manusia
4 manusia pohon, binatang hutan salah satu puak keturunan daksha berkulit gelap yang tinggal di kiskindha malyavan dan Rishyamuka. Susku-suku biadap yang tinggal di huatan



Lagu Darah Juang
Monday November 17th 2008, 4:21 pm
Filed under: Sekedar Cerita

lirik lagu Darah Juang

disini… negeri kami
tempat padi terhampar
samuderanya kaya raya..
tanah kami subur tuhan..

di negeri permai ini
berjuta rakyat bersimbah luka
anak kurus tak sekolah
pemuda desa tak kerja

reff;
mereka dirampas haknya
tergusur dan lapar
bunda relakan darah juang kami
tuk membebaskan rakyat

mereka dirampas haknya
tergusur dan lapar
bunda relakan darah juang kami
padamu kami berjanji
padamu kami berbakti

#Darah Juang diciptakan oleh John Tobing#